BEM Fakultas Hukum Unimal Datangi KPK Terkait Dugaan Korupsi Di Aceh

 Headlined, Hukum, Nanggroe
banner 468x60

BEM Fakultas Hukum Unimal Datangi KPK Terkait Dugaan Korupsi Di Aceh

Detektifaceh.com,Lhokseumawe – BEM Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe,melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK).Kamis (28/11/2019).

Beberapa pengurus BEM FH Unimal yang ikut serta dalam audiensi tersebut adalah Muhammad Fadli (ketua BEM),arie Prayoga (Sekjend BEM),dan Muhammad Willy (Kabid aspirasi mahasiswa),Kedatangan perewakilan BEM FH UNIMAL tersebut disambut langsung oleh Juru bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah S.H dan pegawai KPK lainnya.

Seperti kabar yang dihimpun detektifaceh.com,Ketua BEM FH UNIMAL Muhammad Fadli mengatakan tujuan dari BEM Unimal bertemu dengan KPK adalah untuk untuk menyampaikan langsung berbagai indikasi kasus korupsi yg ada di Aceh.

Aceh dengan gelontoran dana Otsus yang luar biasa namun masih menduduki posisi Daerah termiskin Se-pulau Sumatra Tentunya ada manajemen keuangan yang salah disini.

“Kami ingin KPK dengan wewenang pencegahan dan penindakan bisa lebih memonitoring provinsi Aceh Agar masyarakat Aceh bisa terlepas dari kemiskinan dan bisa hidup lebih sejahtera kedepannya ketika tikus-tikus berdasi ini bisa dimusnahkan”, Ujar Muhammad Fadli.

BEM FH Unimal juga menyampaikan hal yang menurutnya paling urgensi adalah terkait kabupaten Aceh Utara dan kota Lhokseumawe, Dimana kedua kabupaten dan kota ini saling kejar-kejaran sebagai kabupaten/kota termiskin se provinsi Aceh Pertumbuhan ekonomi masyarakat nya stagnan,tidak ada perubahan yang signifikan.

Apalagi kota Lhokseumawe yang masih hangat dengan korupsi pengadaan sapi yang masif,yang telah terjerat Beberapa pejabat di dalamnya.

“Kemudian juga terkait pembatalan Tender rumah dhuafa oleh pemerintah provinsi Aceh dan terkait pengadaan mobil dinas yang nominalnya sampai 100 Milyar,Tadi mas Febri jubir KPK saja sampai terkejut dengan pengadaan mobil dinas yang sampai 100 milyar jumlahnya Padahal yang lebih urgensi adalah pembangunan rumah dhuafa,bukan pengadaan mobil dinas”, jelas Muhammad Fadli

Kemudian hal yang ikut disampaikan juga adalah kasus dugaan korupsi uang untuk Kombatan gam sejumlah 650 milyar yang kasus nya stagnan di Kejati Aceh sampai saat ini.

KPK pun merespon dengan sangat baik mengenai hal ini,dan akan segera menindak lanjuti Laporan dari BEM FH Unimal tersebut.

Kita lihat kedepan nya jika ada pejabat yang berbuat salah mungkin dia akan memakai rompi termahal yang akan diberikan oleh KPK.

Pejabat Aceh yang jahat dan menyengsarakan Rakyatnya dengan cara korupsi selama ini berhati-hatilah Karna kita semua tidak tau kapan KPK akan turun kelapangan.

“Kita semua harus mendukung segala tindakan KPK atas nama kebenaran Karna korupsi adalah musuh kita bersama”, tutup Ketua BEM FH universitas Malikussaleh itu.(*)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply