Dukungan terhadap Fatwa MPU yang Melarang Simbol Islam di Mobil dan Peci

 Headlined, Hukum, Nanggroe
banner 468x60
    MPU Aceh mengeluarkan fatwa, salah satu poinnya adalah pelarangan menggunakan simbol-simbol islam pada mobil dan peci

 

Detektifaceh.com – Fatwa yang dikeluarkan MPU (Majelis Permusywaratan Ulama) Aceh tentang pelarangan menggunakan simbol-simbol islam pada mobil dan peci mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

MPU bermaksud untuk menjaga kemuliaan simbol tersebut khususnya kalimat tauhid, untuk menghindari kalimat tauhid tersebut dari kotoran, najis, dan digunakan ditempat yang tidak mulia.

Ketua Komisi I DPR Kota (DPRK) Banda Aceh Musriadi Aswad menilai pelarangan itu untuk menjaga kemuliaan kalimat tauhid, “Ketika ke toilet, seharusnya mencopot benda-benda yang bertuliskan tauhid itu. Bagi saya, kalimat tauhid itu harus terus terucap dan tertanam dalam sanubari terdalam, tak perlu diperlihatkan dan dipertontonkan,” jelas politisi PAN ini.

Sementara itu Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menilai alasan keluarnya fatwa itu masuk akal, “Alasannya masuk akal. Tapi saya tidak dalam kapasitas untuk mendukung atau menolak fatwa itu.

Wakil Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan fatwa tersebut dikeluarkan setelah dilakukan pengkajian dari berbagai sudut pandang oleh ulama Aceh. Rencananya, fatwa dikeluarkan pada awal 2019, namun ditunda.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menilai fatwa ini dikeluarkan sebagai bentuk kehati-hatian, “Saya kira maksudnya mungkin baik kehati-hatian ya, tapi tidak sejauh itu kalau ditempel di mobil, di kaca umpamanya ya, kan tidak masalah tapi bagi ulama Aceh kehati-hatian supaya jangan sampai kalimat-kalimat itu… Disimpan di tempat tidak terhormat, nanti diinjak atau apalah,” ujar Dadang.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply