Suka Duka Guru di Aceh saat Peringatan Hari Guru Nasional

 Headlined, Nanggroe
banner 468x60

Memperingati hari guru Nasional 25 November banyak kejadian yang menimpa guru di tanah Aceh

 

Detektifaceh.com – Menjelang peringatan Hari Guru Nasional, tanda pagar alias tagar #hariguru sempat menjadi trending di Twitter Indonesia pada Sabtu (23/11/2019) pagi.

Hari Guru di Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Presiden No 78 Tahun 1994.

Memperingati hari guru Indonesia pada 25 November ini sejenak kita coba melihat kembali bagaimana nasib para pahlawan tanda jasa yang ada di Aceh.

Seorang guru menderita memar dan bengkak di kepala setelah dianiaya wali murid

Rahmah (35) seorang guru honorer di Sekolah Dasar (SD) Negeri Jambi Baru, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam dikabarkan dianiaya oleh wali murid hingga mengalami luka memar dan shock berat.

Rahmah mengaku telah melaporkan ke Mapolsek Sultan Daulat atas penganiayaan yang menimpanya dengan nomor surat tanda laporan LP-B/12/XI/2019/Sek Sultan Daulat 2019.

Peristiwa miris ini terjadi tepat di depan pintu gerbang sekolah. penganiayaan terhadap Rahmah guru honorer tersebut terjadi Rabu (20/11/2019).

Dikatakan, saat dianianya dia tak tau lagi lantaran bergumul hingga jilbabnya ikut tersingkap.

Rahmah mengaku hanya mengingat beberapa pemukulan yang dialaminya berupa penamparan hingga membuat memar dan kepalanya bengkak.

Selain itu, oknum wali murid berinisial SH alias MP itu juga mencubitnya hingga membiru.

Sayangnya, warga yang menyaksikan tidak ada yang melerai hingga Rahmah mengalami memar.

Bahkan akibat penganiayaan, Rahmah belum berani masuk ke sekolah karena shock.

Kalaupun ke sekolah, kata Rahmah dia harus ditemani karena trauma dan kuatir terhadap wali murid yang menganiayanya.

Rahmah juga masih mengaku ada yang sakit bagian kepala sehingga belum mampu ke sekolah.

Kepsek dan Guru (SMA/SMK) dibekali Dinas Pendidikan Magang Keluar Negeri

Kepala Dinas Pendidikan, yang akrab disapa Haji Nanda mengatakan “Kualitas pendidikan hal utama yang sangat penting dan tentunya harus pula dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia Kepala Sekolah dan Guru. Sehingga anak Aceh cerdas (Carong) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas”.

Magang Kepala Sekolah dan Guru ke luar negeri juga sebagai wujud mensukseskan nawacita Presiden Republik Indonesia yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang selanjutnya dituangkan kedalam program-program unggulan pendidikan, lanjut kadisdik Aceh.

Dinas Pendidikan Aceh membekali Kepala Sekolah dan guru SMA/SMK yang akan melakukan magang di tiga negara meliputi Thailand, Malaysia dan Korea.

Sebelumnya, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Aceh, Dra. Nurhayati, MM, menyebutkan, para Kepala Sekolah dan guru SMA/SMK yang akan melakukan magang di tiga negara meliputi Thailand, Malaysia dan Korea.

“Pembekalan ini berupa pengetahuan bahasa asing, budaya dan kearifan lokal pada wilayah yang akan dikunjungi serta untuk tersampaikannya informasi terkait dengan materi yang akan diperoleh saat magang,” sebutnya.

Menurutnya, pembekalan peserta magang Kepala Sekolah dan Guru ke Malaysia dan Thailand selama tiga hari sejak 22-24 November 2019, di Banda Aceh. Sedangkan bagi peserta magang ke Korea dilaksanakan pada 24-27 November 2019 di lokasi yang sama.

Pembekalan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD, MPA, Sabtu, (23/11/2019), di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh. Rachmat Fitri  mengatakan, pihaknya mempunyai cita-cita untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar Kepala Sekolah dan Guru yang mengikuti magang di luar negeri untuk tetap melaksanakan perintah Allah SWT yaitu Shalat Lima waktu.

“Pesan saya sebagai pribadi dan selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh, selama berlangsungnya magang di luar negeri jangan tinggalkan Shalat. Sehingga, apa yang kita cita-citakan mendapat Ridha dari Allah SWT,” pintanya.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply