1.100 Rumah Dhuafa Batal Dibangun, ini Penjelasan Baitul Mal

 Headlined, Nanggroe, Opini, Politik
banner 468x60

Penjelasan kepala sekretariat Baitul Mal, Rahmad Raden terkait batalnya pembangunan rumah dhuafa 2019

 

detektifaceh.com – Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mempertanyakan alasan batalnya pembangunan sebanyak 1.100 unit rumah bantuan Baitul Mal Aceh tahun 2019, yang diperuntukkan untuk penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

“Informasi yang kami terima sudah diverifikasi tahun 2018 itu 1000 unit, sementara tahun 2019 ada 100 unit. DPA-nya sudah disahkan di APBA-P. Anehnya kenapa batal dieksekusi,” katanya melalui pesan tertulis yang diterima, Sabtu (23/11).

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden, Sabtu (23/11/2019) menjelaskan pembangunan 1.100 rumah duafa bukan dibatalkan melainkan ditunda pembangunannya pada tahun 2020.

Alasan penundaan itu, jelasnya, karena tidak lagi cukup waktu bagi rekanan untuk mengerjakan 1.100 rumah duafa yang tersebar di seluruh Aceh.

Padahal sebelumnya, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan, Jumat (18/10/2019), pembangunan rumah untuk fakir miskin ini bagian dari program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Pemerintah Aceh sangat fokus dan konsisten meraih target untuk membantu warga yang kurang mampu.

Dia mengaku optimis pembangunan rumah bisa diselesaikan pada akhir 2019. Bantuan rumah dhuafa ini ditargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Aceh.

Menurut informasi, rumah bantuan Baitul Mal Aceh rencananya akan dibangun dengan type 36 dan per-unitnya senilai Rp 80 juta. Total uang untuk 1.100 mencapai Rp 88 Miliar.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply