Mantan Kombatan Gelar Silaturrahmi Akbar di Makam Hasan Tiro

 Headlined, Nanggroe, Politik, Sejarah
banner 468x60
    Azhari Cage

Detektifaceh.com,Banda Aceh – Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau Komite Peralihan Aceh (KPA) se-Aceh akan menggelar silaturahmi akbar di makam deklarator GAM Hasan Tiro.

Pertemuan ini digelar untuk memperkuat kesatuan dan persatuan di kalangan GAM. Kegiatan silaturahmi dan konsolidasi ini rencananya digelar di Meurue, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/12/2019) mendatang.

Acara ini diperkirakan bakal diikuti ribuan mantan kombatan GAM, mulai tingkat pusat hingga kecamatan.

Di sana, mereka akan bercerita masa-masa berjuang di hutan serta bertemu dengan teman-teman seperjuangan.

Selain itu, digelar doa bersama untuk deklarator GAM, Hasan Tiro, serta pahlawan nasional Tengku Chik di Tiro. Kedua tokoh tersebut dimakamkan berdampingan.

Kita juga mengharapkan kepada polisi agar ikut menyukseskan acara ini. Tidak perlu dicurigai karena ini adalah pertemuan biasa antara sesama kawan, bertemu sesekali untuk melakukan silaturahmi. Apalagi silaturahmi dianjurkan dalam agama,kata juru bicara KPA, Azhari Cage, di Banda Aceh, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, pertemuan yang bakal digelar tersebut murni silaturahmi dan tidak ada kaitan dengan agenda politik. Azhari menyebutkan dalam waktu dekat tidak ada pesta politik yang digelar di Aceh.

“Dan untuk pilkada masih jauh,Makanya sekarang adalah langkah yang tepat untuk melakukan silaturahmi dan konsolidasi GAM karena tidak terkait agenda politik,” jelas Azhari.

“Mengapa ini dilakukan di samping untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di antara sesama eks kombatan, juga agar tidak ada orang-orang yang memanfaatkan nama GAM di luar struktur yang berada di bawah Wali Nanggroe (Malik Mahmud) dan Muzakir Manaf (Ketua KPA Pusat/mantan Panglima GAM),” sebutnya.

Mantan anggota DPR Aceh ini menambahkan, silaturahmi digelar pada Desember karena ada dua momen penting yang terjadi akhir tahun.

Pertama, GAM memperingati hari jadi pada 4 Desember dan masyarakat Aceh mengenang peristiwa tsunami pada 26 Desember.

Dalam acara yang digelar nanti, sebutnya, tidak diundang pihak di luar GAM. Selain itu, Azhari mengungkapkan alasan memilih Meureu sebagai lokasi silaturahmi.

Pemilihan tempat karena mengingat tonggak sejarah karena tempat pertemuan pertama GAM dan tempat sakral sekaligus untuk melakukan doa bersama di makam Wali Nanggroe dan Tengku Chik di Tiro,ungkapnya.(*)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply