Pidato Penyemangat Nadiem Makarim untuk Guru Indonesia

 Headlined, Nasional, Politik
banner 468x60

Memperingati hari guru Nasional Nadiem Makarim menuliskan pidato yang memberikan semangat bagi guru untuk terus berinovasi

 

Detektifaceh.com, Jakarta Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura pada 4 April 1984, ayahnya bernama Nono Anwar Makarim dan ibunya Atika Algadri.

Nadiem Makarim ada salah satu dari tiga pendiri perusahaan decacorn PT.Karya Anak Bangsa (Gojek), bersama dua rekannya yaitu Kevin Aluwi dan Machaelangelo Moran mereka mendirikan gojek pada oktober 2010. Gojek juga berhasil melebarkan sayap ke negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, Thailand.

Kini Nadiem Makarim menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud). Jokowi menunjuk nadiem makarim menggantikan posisi Muhadjir Effendy, didampingi oleh Bambang Brodjonegoro.

Alasan Presiden Jokowi menunjuk Nadiem Makarim karena saat ini Indonesia berada di era disrupsi, era yang sulit dihitung, era sulit dikalkulasi, era yang penuh risiko. Pada era ini perlu penguatan data dan perlu orang yang memiliki pengalaman bagaimana mengelola sebuah data sehingga bisa memprediksi masa depan. Indonesia perlu orang yang mengerti betul mengenai pengelolaan dan penggunaan internet of Things (IoT), artificial Intelligence hingga big data.

Memperingati hari guru tanggal 25 November, Nadiem Makarim membuat surat penyemangat bagi para guru di Indonesia yang berisi,
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim”

Surat tersebut menjadi penyemangat bagi para guru dan diapresiasi oleh netizen yang berprofesi sebagai guru.

Salah satunya dari akun Twitter bernama @duduquin_ , dengan cuitannya “Dear Pak Nadiem, saya sebagai guru sangat tersentuh membaca Pidato bapak. Semoga harapan-harapan itu segera terwujud dan nasib guru-guru kedepannya jadi semakin cerah. Semoga gak ada lagi murid atau orangtua murid yg melukai teman-teman guru lagi. Aamiin..”

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply